KSP CU MERPATI SEJAHTERA
Logo KSP
Logo
Portal Anggota

Atur Keuangan Keluarga dengan Formula 10-20-30-40

Atur Keuangan Keluarga dengan Formula 10-20-30-40
Ditulis: 02 Juli 2026

Setiap keluarga tentu menginginkan kehidupan yang lebih sejahtera. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit keluarga yang merasa penghasilannya selalu habis sebelum akhir bulan tiba. Gaji yang diterima pada awal bulan perlahan terkuras untuk berbagai kebutuhan, mulai dari biaya makan, transportasi, pendidikan anak, cicilan, hingga pengeluaran yang sering kali tidak direncanakan.

Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kecilnya penghasilan. Dalam banyak kasus, masalah utama justru terletak pada cara mengelola pendapatan. Tanpa perencanaan yang jelas, berapa pun besar penghasilan yang diterima akan sulit memberikan rasa aman dan kemajuan keuangan.

Karena itu, salah satu langkah paling penting dalam membangun kesehatan finansial keluarga adalah membuat pembagian anggaran yang terukur. Salah satu metode yang banyak digunakan oleh para perencana keuangan adalah formula 10-20-30-40, yaitu cara sederhana untuk membagi penghasilan ke dalam empat tujuan keuangan yang berbeda.

Metode ini membantu keluarga menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini, kesiapan menghadapi risiko, serta upaya membangun masa depan yang lebih baik.

-        10 Persen untuk Menambah Aset

Bagian pertama dari pendapatan dialokasikan untuk menambah aset atau kekayaan keluarga.

Aset tidak selalu berarti tanah atau bangunan. Aset dapat berupa tabungan berjangka, emas, modal usaha, investasi pendidikan, atau bentuk kekayaan lain yang nilainya dapat berkembang dari waktu ke waktu.

Tujuan dari alokasi ini adalah memastikan bahwa setiap bulan keluarga tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga secara bertahap membangun kekayaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Prinsip sederhananya adalah: setiap penghasilan harus meninggalkan jejak dalam bentuk aset.

-        20 Persen untuk Dana Darurat

Hidup selalu mengandung ketidakpastian.

Sakit, kehilangan pekerjaan, usaha yang menurun, atau kebutuhan mendadak dapat terjadi tanpa peringatan. Karena itu, setiap keluarga membutuhkan dana darurat sebagai benteng perlindungan keuangan.

Alokasi sebesar 20 persen dapat digunakan untuk membangun dana darurat hingga mencapai jumlah ideal, yaitu antara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan.

Dana ini bukan untuk kebutuhan konsumsi ataupun investasi. Dana darurat hanya digunakan ketika terjadi kondisi yang benar-benar mendesak.

Kehadiran dana darurat membuat keluarga tidak perlu terburu-buru berutang ketika menghadapi situasi yang tidak direncanakan.

-        30 Persen sebagai Batas Maksimal Angsuran

Salah satu penyebab utama masalah keuangan keluarga adalah beban cicilan yang terlalu besar.

Dalam praktik perencanaan keuangan, total angsuran yang sehat umumnya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan. Ketika porsi cicilan melampaui batas tersebut, kemampuan keluarga untuk menabung, memenuhi kebutuhan pokok, dan menghadapi risiko akan semakin terbatas.

Karena itu, angka 30 persen dapat dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan pinjaman.

Apabila saat ini belum memiliki pinjaman, porsi tersebut dapat disisihkan sebagai dana persiapan untuk meminjam dalam bentuk simpanan di Credit Union

Dengan demikian, ketika membutuhkan pembiayaan, keluarga sudah memiliki kesiapan finansial yang lebih baik.https://cumerpatisejahtera.com/beritahttps://cumerpatisejahtera.com/berita

-        40 Persen untuk Kebutuhan Hidup Sehari-hari

Porsi terakhir digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional keluarga.

Di dalamnya termasuk biaya makan, transportasi, listrik, air, komunikasi, pendidikan anak, kesehatan, dan berbagai kebutuhan rutin lainnya.

Angka 40 persen bukan berarti harus dihabiskan seluruhnya, melainkan menjadi batas agar gaya hidup tidak berkembang lebih cepat daripada kemampuan keuangan.

Dalam banyak kasus, pengeluaran yang tidak terkontrol justru berasal dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang, seperti belanja impulsif, penggunaan layanan yang tidak diperlukan, atau gaya hidup yang lebih tinggi dari kemampuan sebenarnya.

Karena itu, mencatat pengeluaran secara rutin tetap menjadi kebiasaan yang penting untuk dilakukan.

Simulasi Sederhana

Jika sebuah keluarga memiliki penghasilan bersih sebesar Rp5.000.000 per bulan, maka pembagiannya dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Rp500.000 untuk menambah aset.
  • Rp1.000.000 untuk dana darurat.
  • Rp1.500.000 sebagai batas maksimal angsuran atau dana persiapan pinjaman.
  • Rp2.000.000 untuk kebutuhan operasional keluarga.

Pembagian ini tentu dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Namun prinsip dasarnya tetap sama, yaitu memastikan bahwa setiap rupiah memiliki tujuan yang jelas.

Membangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Anggaran

Keberhasilan mengelola keuangan tidak ditentukan oleh rumus semata, melainkan oleh konsistensi dalam menjalankannya.

Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membiasakan diri menyisihkan dana untuk aset dan dana darurat segera setelah menerima penghasilan. Banyak keluarga gagal menabung karena menunggu sisa uang di akhir bulan, padahal yang tersisa sering kali tidak ada.

Selain itu, memisahkan rekening atau tempat penyimpanan dana dapat membantu menjaga disiplin penggunaan anggaran. Keterlibatan seluruh anggota keluarga juga penting agar tujuan keuangan menjadi komitmen bersama, bukan hanya tanggung jawab satu orang.

Dalam gerakan Credit Union, pengelolaan keuangan yang sehat selalu dimulai dari kebiasaan menabung dan membangun aset.

Pinjaman dipandang sebagai alat untuk mempercepat pencapaian tujuan, bukan sebagai solusi utama atas setiap kebutuhan. Karena itu, anggota didorong untuk memiliki dana cadangan, membangun aset secara bertahap, dan menjaga kemampuan membayar sebelum memanfaatkan fasilitas pinjaman.

Prinsip ini sejalan dengan nilai dasar Credit Union, yaitu pendidikan, swadaya, dan solidaritas. Ketika anggota mampu mengelola keuangannya dengan baik, bukan hanya keluarganya yang menjadi lebih kuat, tetapi juga lembaga dan komunitas tempat mereka bertumbuh bersama.

Setiap rupiah yang direncanakan dengan baik hari ini adalah langkah kecil menuju kehidupan yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera di masa depan.

Sumber:

  • Kompas.comApa Itu Prinsip 40/30/20/10 dalam Mengatur Keuangan? (2025)
  • Kontan.co.id – Tips Mengatur Keuangan dengan Metode 10-20-30-40
  • Antara News – Kiat Kelola Keuangan untuk Keluarga Berpenghasilan Tetap (2022)
  • RRI.co.id – Tips Alokasi 10-20-30-40 Persen untuk Atur Keuangan (2025)
  • Literasi Keuangan dan Praktik Kehati-hatian Credit Union (PUSKOPCUINA)
Bagikan Berita: