Atur Keuangan Keluarga dengan Formula 10-20-30-40
Setiap keluarga tentu menginginkan kehidupan yang lebih sejahtera. Namun
dalam praktiknya, tidak sedikit keluarga yang merasa penghasilannya selalu
habis sebelum akhir bulan tiba. Gaji yang diterima pada awal bulan perlahan
terkuras untuk berbagai kebutuhan, mulai dari biaya makan, transportasi,
pendidikan anak, cicilan, hingga pengeluaran yang sering kali tidak
direncanakan.
Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kecilnya penghasilan. Dalam
banyak kasus, masalah utama justru terletak pada cara mengelola pendapatan.
Tanpa perencanaan yang jelas, berapa pun besar penghasilan yang diterima akan
sulit memberikan rasa aman dan kemajuan keuangan.
Karena itu, salah satu langkah paling penting dalam membangun kesehatan
finansial keluarga adalah membuat pembagian anggaran yang terukur. Salah satu
metode yang banyak digunakan oleh para perencana keuangan adalah formula
10-20-30-40, yaitu cara sederhana untuk membagi penghasilan ke dalam empat
tujuan keuangan yang berbeda.
Metode ini membantu keluarga menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini, kesiapan menghadapi risiko, serta upaya membangun masa depan yang lebih baik.
-
10
Persen untuk Menambah Aset
Bagian pertama dari pendapatan dialokasikan untuk menambah aset atau
kekayaan keluarga.
Aset tidak selalu berarti tanah atau bangunan. Aset dapat berupa tabungan
berjangka, emas, modal usaha, investasi pendidikan, atau bentuk kekayaan lain
yang nilainya dapat berkembang dari waktu ke waktu.
Tujuan dari alokasi ini adalah memastikan bahwa setiap bulan keluarga tidak
hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga secara bertahap
membangun kekayaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
Prinsip sederhananya adalah: setiap penghasilan harus meninggalkan jejak dalam bentuk aset.
-
20
Persen untuk Dana Darurat
Hidup selalu mengandung ketidakpastian.
Sakit, kehilangan pekerjaan, usaha yang menurun, atau kebutuhan mendadak
dapat terjadi tanpa peringatan. Karena itu, setiap keluarga membutuhkan dana
darurat sebagai benteng perlindungan keuangan.
Alokasi sebesar 20 persen dapat digunakan untuk membangun dana darurat
hingga mencapai jumlah ideal, yaitu antara tiga hingga enam kali pengeluaran
bulanan.
Dana ini bukan untuk kebutuhan konsumsi ataupun investasi. Dana darurat
hanya digunakan ketika terjadi kondisi yang benar-benar mendesak.
Kehadiran dana darurat membuat keluarga tidak perlu terburu-buru berutang
ketika menghadapi situasi yang tidak direncanakan.
-
30
Persen sebagai Batas Maksimal Angsuran
Salah satu penyebab utama masalah keuangan keluarga adalah beban cicilan
yang terlalu besar.
Dalam praktik perencanaan keuangan, total angsuran yang sehat umumnya tidak
melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan. Ketika porsi cicilan melampaui
batas tersebut, kemampuan keluarga untuk menabung, memenuhi kebutuhan pokok,
dan menghadapi risiko akan semakin terbatas.
Karena itu, angka 30 persen dapat dijadikan pedoman dalam mengambil
keputusan pinjaman.
Apabila saat ini belum memiliki pinjaman, porsi tersebut dapat disisihkan
sebagai dana persiapan untuk meminjam dalam bentuk simpanan di Credit Union
Dengan demikian, ketika membutuhkan pembiayaan, keluarga sudah memiliki kesiapan finansial yang lebih baik.https://cumerpatisejahtera.com/beritahttps://cumerpatisejahtera.com/berita
-
40
Persen untuk Kebutuhan Hidup Sehari-hari
Porsi terakhir digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional keluarga.
Di dalamnya termasuk biaya makan, transportasi, listrik, air, komunikasi,
pendidikan anak, kesehatan, dan berbagai kebutuhan rutin lainnya.
Angka 40 persen bukan berarti harus dihabiskan seluruhnya, melainkan
menjadi batas agar gaya hidup tidak berkembang lebih cepat daripada kemampuan
keuangan.
Dalam banyak kasus, pengeluaran yang tidak terkontrol justru berasal dari
kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang, seperti belanja impulsif,
penggunaan layanan yang tidak diperlukan, atau gaya hidup yang lebih tinggi
dari kemampuan sebenarnya.
Karena itu, mencatat pengeluaran secara rutin tetap menjadi kebiasaan yang
penting untuk dilakukan.
Simulasi Sederhana
Jika sebuah keluarga memiliki penghasilan bersih sebesar Rp5.000.000 per
bulan, maka pembagiannya dapat dilakukan sebagai berikut:
- Rp500.000 untuk menambah aset.
- Rp1.000.000 untuk dana darurat.
- Rp1.500.000 sebagai batas maksimal angsuran atau dana
persiapan pinjaman.
- Rp2.000.000
untuk kebutuhan operasional keluarga.
Pembagian ini tentu dapat
disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Namun prinsip dasarnya tetap
sama, yaitu memastikan bahwa setiap rupiah memiliki tujuan yang jelas.
Membangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Anggaran
Keberhasilan mengelola keuangan tidak ditentukan oleh rumus semata,
melainkan oleh konsistensi dalam menjalankannya.
Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membiasakan diri
menyisihkan dana untuk aset dan dana darurat segera setelah menerima
penghasilan. Banyak keluarga gagal menabung karena menunggu sisa uang di akhir
bulan, padahal yang tersisa sering kali tidak ada.
Selain itu, memisahkan rekening atau tempat penyimpanan dana dapat membantu
menjaga disiplin penggunaan anggaran. Keterlibatan seluruh anggota keluarga
juga penting agar tujuan keuangan menjadi komitmen bersama, bukan hanya
tanggung jawab satu orang.
Dalam gerakan Credit Union, pengelolaan keuangan yang sehat selalu dimulai
dari kebiasaan menabung dan membangun aset.
Pinjaman dipandang sebagai alat untuk mempercepat pencapaian tujuan, bukan
sebagai solusi utama atas setiap kebutuhan. Karena itu, anggota didorong untuk
memiliki dana cadangan, membangun aset secara bertahap, dan menjaga kemampuan
membayar sebelum memanfaatkan fasilitas pinjaman.
Prinsip ini sejalan dengan nilai
dasar Credit Union, yaitu pendidikan, swadaya, dan solidaritas. Ketika anggota
mampu mengelola keuangannya dengan baik, bukan hanya keluarganya yang menjadi
lebih kuat, tetapi juga lembaga dan komunitas tempat mereka bertumbuh bersama.
Setiap rupiah yang
direncanakan dengan baik hari ini adalah langkah kecil menuju kehidupan yang
lebih aman, mandiri, dan sejahtera di masa depan.
Sumber:
- Kompas.com – Apa
Itu Prinsip 40/30/20/10 dalam Mengatur Keuangan? (2025)
- Kontan.co.id – Tips
Mengatur Keuangan dengan Metode 10-20-30-40
- Antara News – Kiat Kelola Keuangan
untuk Keluarga Berpenghasilan Tetap (2022)
- RRI.co.id – Tips Alokasi 10-20-30-40
Persen untuk Atur Keuangan (2025)
- Literasi Keuangan dan Praktik Kehati-hatian Credit Union (PUSKOPCUINA)
Berita Lainnya
-
-
Publikasi Laporan Keuangan Kuartal I Tahun Buku 2026
02 Juli 2026 -
-
-